
Gorontalo, 13 Februari 2024 – Mahasiswa Jurusan Sejarah Universitas Negeri Gorontalo (UNG) menggelar kegiatan Pengenalan Budaya melalui Tarian Tradisional sebagai bentuk pelestarian dan edukasi budaya daerah. Kegiatan ini diselenggarakan di Aula Fakultas Ilmu Sosial, dan dihadiri oleh mahasiswa, dosen, serta masyarakat umum.
Dengan mengusung tema “Merawat Identitas Lokal, Merajut Kebhinekaan Budaya”, mahasiswa menampilkan beragam tarian tradisional khas Gorontalo seperti Tarian Dana-Dana, Tarian Saronde, dan Tarian Langga. Selain sebagai bentuk hiburan, penampilan ini juga disertai penjelasan sejarah, makna simbolik, dan fungsi sosial dari masing-masing tarian.
Ketua panitia kegiatan, Rahmat Tonggadu, menjelaskan bahwa kegiatan ini bertujuan untuk membangun kesadaran generasi muda terhadap pentingnya melestarikan budaya lokal. “Banyak generasi sekarang yang belum memahami filosofi di balik tarian tradisional. Melalui kegiatan ini, kami ingin mengangkat kembali nilai-nilai budaya dalam bentuk yang lebih atraktif dan edukatif,” katanya.
Kegiatan ini juga diisi dengan diskusi budaya yang menghadirkan budayawan dan dosen seni, membahas peran seni pertunjukan tradisional dalam membentuk identitas kebudayaan di tengah arus globalisasi. Peserta mendapatkan wawasan mendalam tentang bagaimana tari menjadi sarana komunikasi, ekspresi kolektif, dan warisan sejarah.
Ketua Jurusan Sejarah UNG, Tonny Iskandar Mondong, memberikan apresiasi tinggi atas inisiatif mahasiswa. “Kegiatan seperti ini sangat penting, karena sejarah tidak hanya ada di buku, tetapi juga hidup dalam ekspresi budaya masyarakat. Mahasiswa sejarah harus mampu menjadi agen pelestari dan pengembang budaya,” ujarnya.
Antusiasme penonton terlihat dari ramainya pengunjung yang hadir dan ikut serta dalam sesi interaktif belajar gerakan tari. Kegiatan ini ditutup dengan penampilan kolaborasi seluruh peserta dalam tarian bersama, sebagai simbol persatuan dalam keberagaman budaya.